perkembangan pembelajaran matematika
di dalam negeri
Matematika tradisional
Setelah Indonesia
terlepas dari penjajahan kolonial, pemerintah berbenah diri menyusun
program pendidikan. Matematika diletakkan sebagai salah satu mata
pelajaran wajib. Saat itu pembelajaran matematika lebih ditekankan pada
ilmu hitung dan cara berhitung. Urutan-urutan materi seolah-olah telah
menjadi konsensus masyarakat. Karena seolah-olah sudah menjadi
konsensus maka ketika urutan dirubah sedikit saja protes dan
penentangan dari masyarakat begitu kuat. Untuk pertama kali yang
diperkenalkan kepada siswa adalah bilangan asli dan membilang, kemudian
penjumlahan dengan jumlah kurang dari sepuluh, pengurangan yang
selisihnya positif dan lain sebagainya.
Kekhasan lain dari pembelajaran
matematika tradisional adalah bahwa pembelajaran lebih menekankan
hafalan dari pada pengertian, menekankan bagaimana sesuatu itu dihitung
bukan mengapa sesuatu itu dihitungnya demikian, lebih mengutamakan
kepada melatih otak bukan kegunaan, bahasa/istilah dan simbol yang
digunakan tidak jelas, urutan operasi harus diterima tanpa alasan, dan
lain sebagainya
Urutan operasi hitung pada era
pembelajaran matematika tradisional adalah kali, bagi, tambah dan
kurang. ,maksudnya bila ada soal dengan menggunakan operasi hitung maka
perkalian harus didahulukan dimanapun letaknya baru kemudian pembagian,
penjumlahan dan pengurangan. Urutan operasi ini mulai tahun 1974 sudah
tidak dipandang kuat lagi banyak kasus yang dapat digunakan untuk
menunjukkan kelemahan urutan tersebut.
Contoh
12:3 jawabanya adalah 4
dengan tanpa memberi tanda kurung , soal di atas ekuivalen dengan
9+3:3, berdasar urutan operasi
yaitu bagi dulu baru jumlah dan hasilnya adalah 10. Perbedaan hasil
inilah yang menjadi alasan bahwa urutan tersebut kurang kuat.
Sementara itu cabang
matematka yang diberikan di sekolah menengah pertma adalah aljabar dan
geometri bidang. Geometri ini diajarkan secara terpisah dengan geometri
ruang selama tiga tahun. Sedangkan yang diberikan di sekolah menengah
atas adalah aljabar, geometri ruang, goneometri, geometri lukis, dan
sedikit geometri analitik bidang. Geometri ruang tidak diajarkan
serempak dengan geometri ruang, geomerti lukis adalah ilmu yang kurang
banyak diperlukan dalam kehidupan sehingga menjadi abstrak dikalangan
siswa.
Pembelajaran Matematika Modern
Pengajaran matematika
modern resminya dimulai setelah adanya kurikulum 1975. Model
pembelajaran matematika modern ini muncul karena adanya kemajuan
teknologi, di Amerika Serikat perasaan adanya kekurangan orang-orang
yang mampu menangani sejata, rudal dan roket sangat sedikit, mendorong
munculnya pembaharuan pembelajaran matematika. Selain itu
penemuan-penemuan teori belajar mengajar oleh J. Piaget, W Brownell ,
J.P Guilford, J.S Bruner, Z.P Dienes, D.Ausubel, R.M Gagne dan
lain-lain semakin memperkuat arus perubahan model pembelajaran
matematika.
Dua hal tersebut di atas
memperngaruhi perkembangan pembelajaran matematika dalam negeri,
berbagai kelemahan seolah nampak jelas, pembelajaran kurang menekankan
pada pengertian, kurang adanya kontinuitas, kurang merangsang anak
untuk ingin tahu, dan lain sebagainya. Ditambah lagi masyarakat
dihadapkan pada kemajuan teknologi. Akhirnya Pemerintah merancang
program pembelajaran yang dapat menutupi kelemanahn-kelemahan tersebut,
munculah kurikulum 1975 dimana matematika saat itu mempnyai
karakteristik sebagai berikut ;
- Memuat topik-topik dan pendekatan baru. Topik-topik baru yang muncul adalah himpunan, statistik dan probabilitas, relasi, sistem numerasi kuno, penulisan lambang bilangan non desimal.
- Pembelajaran lebih menekankan pembelajaran bermakna dan berpengertian dari pada hafalan dan ketrampilan berhitung.
- Program matematika sekolah dasar dan sekolah menengah lebih kontinue
- Pengenalan penekanan pembelajaran pada struktur
- Programnya dapat melayani kelompok anak-anak yang kemampuannya hetrogen.
- Menggunakan bahasa yang lebih tepat.
- Pusat pengajaran pada murid tidak pada guru.
- Metode pembelajaran menggunakan meode menemukan, memecahkan masalah dan teknik diskusi.
- Pengajaran matematika lebih hidup dan menarik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar