1.
Apa
yang menjadi dasar munculnya model pembelajaran matematika modern ??
Jawab :
Model pembelajaran matematika modern ini muncul karena adanya kemajuan teknologi. Di Amerika Serikat perasaan adanya
kekurangan orang-orang yang mampu menangani senjata, rudal dan roket sangat
sedikit, mendorong munculnya pembaharuan pembelajaran matematika. Selain itu
penemuan-penemuan teori belajar mengajar oleh J. Piaget, W Brownell, J.P
Guilford, J.S Bruner, Z.P Dienes, D.Ausubel, R.M Gagne dan lain-lain semakin
memperkuat arus perubahan model pembelajaran matematika.
2.
Apa ciri khas pada kurikulum Matematika 1984 ??
Jawab :: CBSA (cara belajar siswa aktif) menjadi karakter yang begitu melekat erat
dalam kurikulum tersebut. Pengajaran matematika ditandai oleh beberapa hal
yaitu adanya kemajuan teknologi muthakir seperti kalkulator dan komputer. Perkembangan
matematika di luar negeri tersebut berpengaruh terhadap matematika dalam
negeri. Di dalam negeri, tahun 1984 pemerintah melaunching kurikulum baru,
yaitu kurikulum tahun 1984. Alasan dalam menerapkan kurikulum baru tersebut
antara lain, adanya sarat materi, perbedaan kemajuan pendidikan antar daerah
dari segi teknologi, adanya perbedaan kesenjangan antara program kurikulum di
satu pihak dan pelaksana sekolah serta kebutuhan lapangan dipihak lain, belum
sesuainya materi kurikulum dengan tarap kemampuan anak didik. Dalam kurikulum
ini siswa di sekolah dasar diberi materi aritmatika sosial, sementara untuk
siswa sekolah menengah atas diberi materi baru seperti komputer. Hal lain yang
menjadi perhatian dalam kurikulum tersebut, adalah bahan bahan baru yang sesuai
dengan tuntutan di lapangan, permainan geometri yang mampu mengaktifkan siswa
juga disajikan dalam kurikulum ini.
3.
Jelaskan
kurikulum berbasis kopetensi yang dilaunching pemerintah pada tahun 2004 ??
Jawab
:: Tahun 2004 pemerintah melaunching
kurikulum baru dengan nama kurikulum berbasis kompetesi. Secara khusus model
pembelajaran matematika dalam kurikulum tersebut mempunyai tujuan antara lain;
1) Melatih cara berfikir
dan bernalar dalam menarik kesimpulan, misalnya melalui kegiatan penyelidikan,
eksplorasi, eksperimen, menunjukkankesamaan, perbedaan, konsistensi dan
inkonsistensi
2) Mengembangkan
aktifitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan dengan
mengembangkan divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan,
serta mencoba-coba.
3) Mengembangkan
kemampuan memecahkan masalah
Mengembangkan kemapuan menyampaikan
informasi atau mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan,
catatan, grafik, diagram, dalam menjelaskan gagasan.
Kurikulum berbasis kompetensi
diharapkan dapat menciptakan lulusan yang kompeten dan cerdas dalam membangun
identitas, budaya, serta bangsanya. Hal ini didasarkan pada pandangan bahwa
kompetensi dalam kurikulum dikembangkan dengan maksud untuk memberikan
keterampilan dan keahlian daya saing serta berdaya suai untuk bertahan dalam
perubahan, pertentangan, ketidaktentuan, dan kerumitan-kerumitan kehidupan
(Ella Yulaelawati, 2004: 18).
4.
Apa
yang dimaksud dengan KTSP ??
Jawab :: KTSP adalah kurikulum operasional
yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP
terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan
kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Pengembangan
KTSP harus memperhatikan pilar-pilar pendidikan yang berkembang di abad ini:
1) Belajar untuk beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
2) Belajar untuk memahami
dan menghayati,
3) Belajar untuk mampu
melaksanakan dan berbuat secara efektif,
4) Belajar untuk hidup
bersama dan berguna untuk orang lain, dan
5)
Belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang
aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (BSNP, 2006: 2)
5.
Berdasarkan
PERMENDIKNAS No. 22 Tahun 2006, ada 5 tujuan pembelajaran matematika . Jelaskan
!!
Jawab
:: Berdasarkan PERMENDIKNAS No. 22 Tahun 2006, Mata pelajaran matematika bertujuan
agar peserta didik memiliki kemampuan berikut:
1. Memahami konsep
matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau
algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah.
2. Menggunakan penalaran
pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat
generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan
matematika
3. Memecahkan masalah
yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika,
menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh
4. Mengomunikasikan
gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas
keadaan atau masalah
5. Memiliki sikap
menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu,
perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya
diri dalam pemecahan masalah.
6. Jelaskan 4 Objek
dalam pembelajaran matematika ??
Jawab :: Fakta adalah sebarang kemufakatan dalam matematika. Fakta
matematika meliputi istilah (nama), notasi (lambang), dan kemufakatan
(konvensi).
Contoh fakta: Kaitan kata “lima” dan
simbol “5”. Kaitan tanda “=“ dengan kata “sama dengan”. Kesepakatan pada garis
bilangan: sebelah kanan O adalah positif, sebelah kiri O adalah negatif.
Konsep adalah
ide (abstrak) yang dapat digunakan atau memungkinkan seseorang untuk
mengelompokkan/menggolongkan sesuatu objek. Suatu konsep biasa dibatasi dalam
suatu ungkapan yang disebut definisi. “Segitiga” adalah suatu konsep yang dapat
digunakan untuk mengelompokkan bangun datar, yaitu yang masuk dalam pengertian “segitiga” dan “yang tidak
termasuk dalam pengertian segitiga”. Beberapa konsep merupakan pengertian dasar
yang dapat ditangkap secara alami (tanpa didefinisikan).
Contoh konsep: konsep himpunan. Beberapa konsep lain
diturunkan dari konsep konsep yang mendahuluinya, sehingga berjenjang. Konsep
yang diturunkan tadi dikatakan berjenjang lebih tinggi daripada konsep yang
mendahuluinya. Contoh: konsep tentang relasi – fungsi – korespondensi
satu-satu.
Prinsip adalah
rangkaian konsep-konsep beserta hubungannya. Umumnya prinsip berupa pernyataan.
Beberapa prinsip merupakan prinsip dasar yang dapat diterima kebenarannya
secara alami tanpa pembuktian. Prinsip dasar ini disebut aksioma atau postulat.
Contoh Prinsip: Dua segitiga dikatakan kongruen jika dua
pasang sisinya sama panjang dan sudut yang diapit kedua sisi itu sama besar.
Persegi panjang dapat menempati bingkainya dengan empat cara.
Skill atau
keterampilan dalam
matematika adalah kemampuan pengerjaan (operasi) dan prosedur yang harus
dikuasai oleh siswa dengan kecepatan dan ketepatan yang tinggi, misalnya
operasi hitung, operasi himpunan. Beberapa keterampilan ditentukan oleh
seperangkat aturan atau instruksi atau prosedur yang berurutan, yang disebut
algoritma, misalnya prosedur menyelesaikan sistem persamaan linear dua
variabel.
7. Apa saja tahap-tahap pemecahan masalah
(problema solving)?
Jawab
:: Ada empat tahap pokok atau penting
dalam memecahkan masalah yang sudah diterima luas, dan ini bersumber dari buku
George Polya tahun 1945 berjudul “How to Solve It”.
Keempat
langkah tersebut adalah:
a.
Memahami soal/masalah - selengkap mungkin.
Untuk
dapat melakukan tahap 1 dengan baik, maka perlu latihan untuk memahami masalah
baik berupa soal cerita maupun soal non-cerita, terutama dalam hal:
1).
apa saja pertanyaannya, dapatkah pertanyaannya disederhanakan,
2).
apa saja data yang dipunyai dari soal/masalah, pilih data-data yang relevan,
3).
hubungan-hubungan apa dari data-data yang ada.
b.
Memilih rencana penyelesaian - dari beberapa alternatif yang mungkin.
Untuk
dapat melakukan tahap 2 dengan baik, maka perlu keterampilan danpemahaman
tentang berbagai strategi pemecahan masalah (ini akan di bahas lebihlanjut pada
bagian tersendiri).
c.
Menerapkan rencana tadi – dengan tepat, cermat dan benar. Untuk dapat
melakukan tahap 3 dengan baik, maka perlu dilatih mengenai:
1).
keterampilan berhitung,
2).
keterampilan memanipulasi aljabar,
3).
membuat penjelasan (explanation) dan argumentasi (reasoning).
d.
Memeriksa jawaban – apakah sudah benar, lengkap, jelas dan argumentatif
(beralasan).
Untuk
dapat melakukan tahap 4 dengan baik, maka perlu latihan mengenai:
1).
memeriksa penyelesaian/jawaban (mengetes atau mengujicoba jawaban),
2).
memeriksa apakah jawaban yang diperolah masuk akal,
3).
memeriksa pekerjaan, adakah yang perhitungan atau analisis yang salah,
4).
memeriksa pekerjaan, adakah yang kurang lengkap atau kurang jelas.
Siswa
seringkali terjebak pada tahap 3 saja, sering melupakan tahap 4 dan mengabaikan
tahap 1 dan tahap 2.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar