a. Matematika tradisional (Ilmu
Pasti)
Matematika diletakkan sebagai salah satu mata pelajaran
wajib. Saat itu pembelajaran matematika lebih ditekankan pada ilmu hitung dan
cara berhitung. Kekhasan lain dari pembelajaran matematika tradisional adalah
bahwa pembelajaran lebih menekankan hafalan dari pada pengertian, menekankan
bagaimana sesuatu itu dihitung bukan mengapa sesuatu itu dihitungnya demikian,
lebih mengutamakan kepada melatih otak bukan kegunaan, bahasa/istilah dan
simbol yang digunakan tidak jelas, urutan operasi harus diterima tanpa alasan,
dan seterusnya
b. Pembelajaran Matematika Modern
W. Brownell mengemukakan bahwa belajar matematika harus
merupakan belajar bermakna dan berpengertian. Teori ini sesuai dengan teori
Gestalt yang muncul sekitar tahun 1930, dimana Gestalt menengaskan bahwa
latihan hafal atau yang sering disebut drill adalah sangat penting dalam
pengajaran namun diterapkan setelah tertanam pengertian pada siswa, maka
munculah kurikulum 1975
c. Kurikulum Matematika 1984
CBSA (cara belajar siswa aktif)
menjadi karakter yang begitu melekat erat dalam kurikulum ini. Sementara itu langkah-langkah
agar pelaksanaan kurikulum berhasil adalah melakukan hal-hal sebagai berikut;
1) Guru supaya
meningkatkan profesinalisme
2) Dalam buku paket harus
dimasukkan kegiatan yang menggunakan kalkulator dan computer
3) Sinkronisasi dan
kesinambungan pembelajaran dari sekolah dasar dan sekolah lanjutan
4) Pengevaluasian hasil
pembelajaran
5) Prinsip CBSA di pelihara terus
d. Kurikulum Tahun 1994
Dalam kurikulm tahun 1994,
pembelajaran matematika mempunyai karakter yang khas, struktur materi sudah
disesuaikan dengan psikologi perkembangan anak, materi keahlian seperti
komputer semakin mendalam, model-model pembelajaran matematika kehidupan
disajikan dalam berbagai pokok bahasan. Intinya pembelajaran matematika saat
itu mengedepankan tekstual materi namun tidak melupakan hal-hal kontekstual
yang berkaitan
dengan materi.
e. Kurikulum tahun 2004
Tahun 2004 pemerintah melaunching
kurikulum baru dengan nama kurikulum berbasis kompetesi. Secara khusus model
pembelajaran matematika dalam kurikulum tersebut mempunyai tujuan antara lain;
1) Melatih cara berfikir
dan bernalar dalam menarik kesimpulan, misalnya melalui kegiatan penyelidikan,
eksplorasi, eksperimen, menunjukkankesamaan, perbedaan, konsistensi dan
inkonsistensi
2) Mengembangkan
aktifitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan dengan
mengembangkan divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan,
serta mencoba-coba.
3) Mengembangkan kemampuan memecahkan
masalah
Mengembangkan kewmapuan menyampaikan
informasi atau mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan,
catatan, grafik, diagram, dalam menjelaskan gagasan.
Jadi, setelah dibandingkan ternyata kurikulum
mengalami perkembangan di mulai dari kurikulum tradisional yang sederhana,
kemudian yang terus berkembang lagi dengan dipengaruhi munculnya berbagai teori
dari beberapa ahli dan kemajuan teknologi internasional juga berperan dalam
perkembangan kurikulum di luar maupun
didalam negri.
Contoh perkembangan kurikulum
matematika dapat dilihat dengan cara menganalisis kurikulum tahun 1975 s/d
kurikulum 2004. Dengan cara menganalisis kita dapat dengan mudah melihat
perkembangan dan apa-apa saja persamaan dan perbedaannya.
refrensi :
analisis kurikulum matematika sekolah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar