Kamis, 05 April 2012

perbedaan kurikulum tahun 1975 s/d kurikulum 2004


a. Matematika tradisional (Ilmu Pasti)
Matematika diletakkan sebagai salah satu mata pelajaran wajib. Saat itu pembelajaran matematika lebih ditekankan pada ilmu hitung dan cara berhitung. Kekhasan lain dari pembelajaran matematika tradisional adalah bahwa pembelajaran lebih menekankan hafalan dari pada pengertian, menekankan bagaimana sesuatu itu dihitung bukan mengapa sesuatu itu dihitungnya demikian, lebih mengutamakan kepada melatih otak bukan kegunaan, bahasa/istilah dan simbol yang digunakan tidak jelas, urutan operasi harus diterima tanpa alasan, dan seterusnya


b. Pembelajaran Matematika Modern
W. Brownell mengemukakan bahwa belajar matematika harus merupakan belajar bermakna dan berpengertian. Teori ini sesuai dengan teori Gestalt yang muncul sekitar tahun 1930, dimana Gestalt menengaskan bahwa latihan hafal atau yang sering disebut drill adalah sangat penting dalam pengajaran namun diterapkan setelah tertanam pengertian pada siswa, maka munculah kurikulum 1975

c. Kurikulum Matematika 1984
CBSA (cara belajar siswa aktif) menjadi karakter yang begitu melekat erat dalam kurikulum ini. Sementara itu langkah-langkah agar pelaksanaan kurikulum berhasil adalah melakukan hal-hal sebagai berikut;
1) Guru supaya meningkatkan profesinalisme
2) Dalam buku paket harus dimasukkan kegiatan yang menggunakan kalkulator dan computer
3) Sinkronisasi dan kesinambungan pembelajaran dari sekolah dasar dan sekolah lanjutan
4) Pengevaluasian hasil pembelajaran
5) Prinsip CBSA di pelihara terus


d. Kurikulum Tahun 1994
Dalam kurikulm tahun 1994, pembelajaran matematika mempunyai karakter yang khas, struktur materi sudah disesuaikan dengan psikologi perkembangan anak, materi keahlian seperti komputer semakin mendalam, model-model pembelajaran matematika kehidupan disajikan dalam berbagai pokok bahasan. Intinya pembelajaran matematika saat itu mengedepankan tekstual materi namun tidak melupakan hal-hal kontekstual yang berkaitan dengan materi.


e. Kurikulum tahun 2004
Tahun 2004 pemerintah melaunching kurikulum baru dengan nama kurikulum berbasis kompetesi. Secara khusus model pembelajaran matematika dalam kurikulum tersebut mempunyai tujuan antara lain;
1) Melatih cara berfikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan, misalnya melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, eksperimen, menunjukkankesamaan, perbedaan, konsistensi dan inkonsistensi
2) Mengembangkan aktifitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan dengan mengembangkan divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan, serta mencoba-coba.
3) Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah
Mengembangkan kewmapuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan, catatan, grafik, diagram, dalam menjelaskan gagasan.

Jadi, setelah dibandingkan ternyata kurikulum mengalami perkembangan di mulai dari kurikulum tradisional yang sederhana, kemudian yang terus berkembang lagi dengan dipengaruhi munculnya berbagai teori dari beberapa ahli dan kemajuan teknologi internasional juga berperan dalam perkembangan kurikulum  di luar maupun didalam negri.
Contoh perkembangan kurikulum matematika dapat dilihat dengan cara menganalisis kurikulum tahun 1975 s/d kurikulum 2004. Dengan cara menganalisis kita dapat dengan mudah melihat perkembangan dan apa-apa saja persamaan dan perbedaannya.

refrensi :
analisis kurikulum matematika sekolah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar